PDA

View Full Version : Bukan Matematika Biasa



cipoy
09-12-2012, 01:38 AM
[Only registered and activated users can see links] ([Only registered and activated users can see links] Fimage%2Fb98c5a224754320)



Dari pengamatan saya terhadap keseharian yang saya temui, saya dapat menyimpulkan satu hal: Tuhan memang serba bisa, tapi Dia tidak pintar matematika. Kesimpulan ini bukan tanpa dasar lho. Banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan saya ini. Sebagai seorang “fresh graduate”, saya tak mungkin mengharapkan penghasilan tinggi dalam waktu sekejap. Terlebih karena saya memegang prinsip bahwa hal yang terpenting dalam bekerja adalah kepuasan hati. Saya lebih memilih pekerjaan yang mungkin tak segemerlap pekerjaan yang dipilih teman-teman seangkatan saya, tapi mampu “memuaskan” idealisme saya.

Saya memang sangat mencintai dan menikmati pekerjaan saya saat ini. Tapi saat saya berbincang dengan seorang teman yang bekerja di ibukota, ia mulai membandingkan penghasilan kami (dari sisi finansial tentunya). Jelas saja saya kalah telak darinya.

Saya sempat jengkel sebentar. Bagaimana tidak. Selama bermahasiswa, sepertinya prestasi kami sejajar, bahkan saya lebih dahulu lulus ketimbang dia. Tapi kenapa Tuhan tidak menitipkan rejeki yang sama besarnya dengan yang dititipkan pada teman saya ini?

Tapi, begitu saya merenungkan kembali segala kebaikan Tuhan saya menemukan satu hal yang luar biasa. Ternyata penghasilan saya yang tak seberapa itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya, bahkan untuk mengirim adik ke bangku kuliah. Padahal logikanya pengeluaran saya per bulannya bisa sampai dua kali lipat penghasilan saya. Lalu darimana sisa uang yang saya dapat untuk menutupi kesemuanya itu? Wah, ya dari berbagai sumber. Tapi saya percaya tanpa campur tangan-Nya, itu semua tidak mungkin.

Nah, ini salah satu alasan mengapa Tuhan tidak pintar matematika. Lha wong seharusnya neraca saya sudah njomplang kok masih bisa terus hidup.
Bukti kedua adalah kesaksian seorang teman. Ia mengaku kalau semenjak lajang, penghasilannya tidak jauh berbeda dengan sekarang. Anehnya, pada saat ia masih membujang, penghasilannya selalu pas. Maksudnya, pas akhir bulan pas uangnya habis. Anehnya, begitu ia berkeluarga dan memiliki anak, dengan penghasilan yang relatif sama, ia masih bisa menyisihkan uang untuk menabung. Aneh bukan?

Berarti kalau bagi manusia 1 juta dibagi satu sama dengan 1 juta dan 1 juta dibagi dua sama dengan 500 ribu, tidak demikian bagi Tuhan.
Dari kesaksian teman saya, satu juta dibagi 3 sama dengan satu juta dan masih sisa. Betul kan bahwa Tuhan itu tidak pintar matematika?
Ah, saya cuma bercanda kok.

Buat saya, kalau dilihat dari logika manusia, Dia memang tidak pintar matematika. Mungkin murid saya yang kelas 2 SD lebih pintar dari Dia. Tapi satu hal yang harus digarisbawahi: MATEMATIKA TUHAN BEDA DENGAN MATEMATIKA MANUSIA.
Saya tidak tahu dan mungkin tidak akan pernah sanggup mengetahui persamaan apa yang digunakan Tuhan. Tapi kalau boleh saya menggambarkan, ya kira-kira demikian:
X= Y di mana: X = pemberian Tuhan Y = kebutuhan

Ya, Tuhan selalu mencukupkan apapun kebutuhan kita. Tanpa kita minta pun, Dia sudah “menghitung” kebutuhan kita dan menyediakan semua lewat jalan-jalan- Nya yang terkadang begitu ajaib dan tak terduga.
Menyadari hal itu, saya bisa menanggapi cerita teman-teman yang “sukses” dengan penghasilan tinggi di luar kota dengan senyum manis. Soal penghasilan Tuhan yang mengatur. Untuk apa saya memusingkan diri dengan berbagai kekhawatiran sementara Dia telah menghidangkan rejeki di hadapan saya?
Yang perlu saya lakukan hanyalah melakukan bagian saya yang tak seberapa ini sebaik mungkin, dan Ia yang akan mencukupkan segala kebutuhan saya.

co_casanova
09-12-2012, 08:29 AM
Kata orang tidak ada bujang yg suskes kyknya ada benarnya. Tapi ada juga bujang yg sukses kalo g salah 1 (mantan) PM India. Dia g nikah saat jadi PM dan usinya dah g muda lagi (di atas 50an kyknya).

Jadi inget saat masih bujang, meski pegang duit kadang g bisa mengatur dan cenderung boros. Biasanya buat foya2 saja. Kalo dah keluarga lebih tertata jadinya hati2 dan biasanya lebih ngirit dlm pengeluaran. Apalagi kalo bujang suka jajan, punya duit bentar juga dah lenyap.

Kalo punya bini enak ada yg nemenin dan ada yg ngingetin kalo kita salah jalan dan boros. Peran istri juga sangat besar dlm membantu kesuksesan. Mungkin yg Bro cipoy alami gajinya dikit tapi pendapatanya besar kali yakk :d:d

cipoy
09-12-2012, 01:56 PM
Kata orang tidak ada bujang yg suskes kyknya ada benarnya. Tapi ada juga bujang yg sukses kalo g salah 1 (mantan) PM India. Dia g nikah saat jadi PM dan usinya dah g muda lagi (di atas 50an kyknya).

Jadi inget saat masih bujang, meski pegang duit kadang g bisa mengatur dan cenderung boros. Biasanya buat foya2 saja. Kalo dah keluarga lebih tertata jadinya hati2 dan biasanya lebih ngirit dlm pengeluaran. Apalagi kalo bujang suka jajan, punya duit bentar juga dah lenyap.

Kalo punya bini enak ada yg nemenin dan ada yg ngingetin kalo kita salah jalan dan boros. Peran istri juga sangat besar dlm membantu kesuksesan. Mungkin yg Bro cipoy alami gajinya dikit tapi pendapatanya besar kali yakk :d:d

Ane sendiri belum meraktekkan om, tp temen ane pesan keane byk aja bersedekah.
prinsip sedekah itu :
A = uang kita
B = Uang yang disisihkan
X = jumlah uang total

Logikanya X = A - B, padahal menurut temen tuh X = (A-B)+(Bx7)

dgn catatn: "memberi tidak boleh mengharap Imbalan" biarkn hidup ini berputar apa adanya, maka hasil akan terlihat"
Dgn Cara itu dia sampe punya Panti asuhan sendiri yng dia bangun untuk anak2 terlantar.

cacing_imut
09-12-2012, 02:00 PM
ehm memang bener katanya bahwa ada rejeki istri ada rejeki anak
walau belum bisa membuktikan, tapi ada teman2 lain yang mendukung dari cerita ini...

cipoy
09-12-2012, 02:06 PM
ehm memang bener katanya bahwa ada rejeki istri ada rejeki anak
walau belum bisa membuktikan, tapi ada teman2 lain yang mendukung dari cerita ini...

iya Om cimut, klo memang ada pengalaman yg bisa dishare utk memperkuat cerita ini :dkami tunggu pengalamannya ceritanya :-bd

DemonMan
09-12-2012, 02:10 PM
kalo yang namanya sedekah, dan ikhlas, balasannya pasti misterius om. bahkan kadang bisa sampai 10x lipat dari yang di sedekahkan. tapi bisa juga tidak mendapat balasan dalam bentuk materi, tetapi kesehatan. hal-hal seperti ini tidak bisa dihitung dengan matematika. (lagipula, apa pantas kita hitung-hitungan dengan Tuhan??) :D

cacing_imut
09-12-2012, 02:20 PM
disini aja ya
ceritanya ane singkat aja ya bro, intinya ada seorang pria yang bisa dibilang pendapatannya lancar namun dah hampir 2 tahun kerja dia gak punya pegangan sama sekali hanya barang2 speerti laptop dan hp aja, bahkan di rek hanya ada 5 juta.
namun ketika dia menemukan tambatan hatinya dan menikah, akhirnya dia sekarang dah mencicil sebuah rumah sederhana, asuransi masa depan.
bahkan setelah anak pertamanya lahir, dari sebuah usaha jual pulsa sederhana untuk mengisi waktu luang istrinya mereka sudah mulai investasi emas dari gaji si cowok ini, karena untuk kehidupan sehari hari jual pulsa sudah menutupi.

dari kehidupan mereka saya menarik beberapa pelajaran, bagaiman bisa teori diatas bisa berlaku :
1. pertama carilah pasangan hidup yang tepat (kata tepat yang saya maksut adalah yang bisa berfikir untuk masa depan dan pintar mengatur duit)
2. kedua ketika kita berkeluarga, setiap tindakan kita untuk menggunakan uang akan disaring oleh sebuah kata pertama yaitu "bila saya begini maka bagaimana dengan keluarga saya ?" ini yang membedakan pria lajang dan sudah menikah.
3. sejalan dengan tuntutan kebutuhan hidup, kita akan dipaksa untuk lebih kreatif mencari uang (entah membuka usaha baru atau dengan bekerja lebih keras untuk menaikkan karier anda) dan percayalah untuk tujuan baik maka dengan doa dan kerja keras Tuhan pasti akan buka jalan.

jadi jangan memaknai kata2 saya diatas bahwa setelah menikah dan punya anak, maka TUhan akan menjatuhkan rejeki pada anda begitu saja tanpa anda berusaha, berdoa dan bekerja...

kira kira begitu ya.. mohon maaf kalau ada salah salah kata ataupun kebanyakan ngomong, maklum udah tua =))

cipoy
09-12-2012, 03:41 PM
dari kehidupan mereka saya menarik beberapa pelajaran, bagaiman bisa teori diatas bisa berlaku :
1. pertama carilah pasangan hidup yang tepat (kata tepat yang saya maksut adalah yang bisa berfikir untuk masa depan dan pintar mengatur duit)
2. kedua ketika kita berkeluarga, setiap tindakan kita untuk menggunakan uang akan disaring oleh sebuah kata pertama yaitu "bila saya begini maka bagaimana dengan keluarga saya ?" ini yang membedakan pria lajang dan sudah menikah.
3. sejalan dengan tuntutan kebutuhan hidup, kita akan dipaksa untuk lebih kreatif mencari uang (entah membuka usaha baru atau dengan bekerja lebih keras untuk menaikkan karier anda) dan percayalah untuk tujuan baik maka dengan doa dan kerja keras Tuhan pasti akan buka jalan.
kira kira begitu ya.. mohon maaf kalau ada salah salah kata ataupun kebanyakan ngomong, maklum udah tua =))

=)) Tapi Mantap sepenggal Pengalaman Om Cimut:-bd, mgkn temen2 yag laen mo berbagi, bisa di share :-bd

co_casanova
09-12-2012, 08:29 PM
Ane sendiri belum meraktekkan om, tp temen ane pesan keane byk aja bersedekah.
prinsip sedekah itu :
A = uang kita
B = Uang yang disisihkan
X = jumlah uang total

Logikanya X = A - B, padahal menurut temen tuh X = (A-B)+(Bx7)

dgn catatn: "memberi tidak boleh mengharap Imbalan" biarkn hidup ini berputar apa adanya, maka hasil akan terlihat"
Dgn Cara itu dia sampe punya Panti asuhan sendiri yng dia bangun untuk anak2 terlantar.

Sebenarnya bisa dihitung kok bro atau paling tdk dicatet di buku pemasukan dan pengeluaran. Tapi biasanya secara pribadi orang tdk membuatnya dgn berbagai macam alasan. Nggak ada waktu dan apa gunanya juga??

Jadi inget apa yg tertulis di dlm alkitab: kalo kamu bersykur (dgn sedekah) terhadap rejeki maka Tuhan akan menambah dan sebaliknya kalo ingkar akan disiksa oleh Tuhan.
Bnyk kasus2 dan contoh2 kok bro dimana orang sedekah tdk tambah miskin malah tambah kaya. Cuma ya itu kadang sekarang orang sedekah bnyk yg g ikhlas atau pgn mendapat "yg lebih bnyk" dari Tuhan.

Bukankah tdk hanya sedekah saja yg harus ikhlas bro?? :-o

cipoy
09-12-2012, 08:37 PM
Bukankah tdk hanya sedekah saja yg harus ikhlas bro?? :-o

bener Om, Memberi tp gak Ikhlas itu yang membuat dia selalu berharap lebih dari apa yg telah dia beri:-bd

co_casanova
09-12-2012, 08:51 PM
bener Om, Memberi tp gak Ikhlas itu yang membuat dia selalu berharap lebih dari apa yg telah dia beri:-bd

Tapi ada yg berpendapat khusus soal sedekah ktnya yg penting bukan ikhlasnya tapi jumlahnya (bnyknya). Sangat jarang bersedekah yg ikhlas paling tdk "pgn mengharap" imbalan dari Tuhan pun termasuk dah g iklhas. Saol ikhlas memang wilayah pribadi dan tdk bisa diukur makanya khusus sedekah yg penting bnyk bukan ikhlasnya.

Katanya loh bro heheh cuma sekedar menirukan saja orang2 pinter berargumen :-o:-o

cipoy
09-12-2012, 08:53 PM
Tapi ada yg berpendapat khusus soal sedekah ktnya yg penting bukan ikhlasnya tapi jumlahnya (bnyknya). Sangat jarang bersedekah yg ikhlas paling tdk "pgn mengharap" imbalan dari Tuhan pun termasuk dah g iklhas. Saol ikhlas memang wilayah pribadi dan tdk bisa diukur makanya khusus sedekah yg penting bnyk bukan ikhlasnya.

Katanya loh bro heheh cuma sekedar menirukan saja orang2 pinter berargumen :-o:-o

Menurut ane Pribadi sih gak cocok klo gitu, lebih baek sedekah 1000 perak, tp ikhlas.
dari pada 1 jt gak iklas ;)

zhugeliang
24-07-2014, 07:21 PM
ehm memang bener katanya bahwa ada rejeki istri ada rejeki anak...
pak cacing imut,
isteri dan anak membawa rezeki nya sendiri2 ke dlm kehidupan seorang lelaki...
kehadiran isteri dan anak bisa menambah rezeki, tetapi bisa pula menguras rezeki...
.
ada kisah isteri dan anak menambah rezeki...
begitu nikah, eh tau2 si lelaki naik pangkat, naik jabatan, naik gaji...
begitu anak lahir, eh tau2 si lelaki dapet kang-tauw, dapet rezeki nomplok...
kalo udah rezeki mah memang nggak ke mana...
.
ada kisah isteri dan anak menguras rezeki...
begitu nikah, eh tau2 si lelaki kena phk krn perusahan tempat kerja nya bangkrut...
begitu anak lahir, eh tau2 anak nya ada kelainan fisik yang membuat nya harus dirawat di rumah sakit sejak lahir...
seluruh harta ludes utk biaya perawatan anak...
mobil/motor dijual, rumah dijual, sampe akhir nya boke se-boke2 nya...
begitu udah bok-tot (boke total), eh anak yang lagi dirawat di rs itu meninggal dunia...
untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak...